Minggu, 21 Juni 2009

Profil Pekerja Indonesia

Dear Rekans,
Satu pendewasaan / kematangan dari perjalanan hidup ini adalah ketika kita bisa memetik pelajaran dan hikmahnya. Saya rasanya khok ingin berbagi pengalaman dari peristiwa ini. Awalnya ketika Saya dan rekans O&M Surabaya harus meluncur ke Jember dalam rangka membantu rekans O&M East Java di Jember untuk melaksanakan perbaikan kabel FO yang putus karena dampak pekerjaan pembangunan kabel FO milik satu Operator. 4 Hari dilokasi area PG Garahan masuk Gunung Kumitir dan area Glenmore masuk Banyuwangi. 2 Hari menginap di Kalibaru ( sudah masuk Banyuwangi ) dan 2 hari menginap di Jember.
Cerita ini bermula ketika saya menginap di Kalibaru. Cottage-nya memang ditata ala Eropa ( ndak ada petunjuk arah kiblat, Toilet ndak ada gayung maupun semprot air ) karena memang cottage ini banyak dipilih wisatawan Eropa khususnya Belanda. Maklum Glenmore adalah satu wilayah ( kecamatan ? ) yang masih banyak membawah kenangan orang-orang Belanda karena disini perkebunan milik orang-orang Belanda masih terpelihara. Pada saat yang sama banyak group-group wisatawan dari Belanda yang menginap di Cottage Kalibaru ini. Pada kesempatan makan pagi berkenalan saya dengan seorang Jawa yang ketika Th.1947 berumur 13 tahun dan meninggalkan Indonesia untuk bermukim dinegeri Belanda. Bapak tua ini masih gesit dan sehat hanya saja tidak bisa bahasa Indonesia, tetapi bisa bahasa Inggris little – little . Mulailah saya dialog sambil sedikit bertanya tentang masa lalunya ketika di Indonesia. Lahir di Glenmore dan pernah di Papua sebelum kemudian Papua diambil Soekarno, katanya. Pada saat ketika bicara tentang kesejahteraan, Beliau mulai merasa prihatin dengan kondisi penghasilan pekerja Indonesia bagaimana mungkin bisa berpenghasilan Rp 1,8 Juta untuk sebulan padahal kalau di Belanda seorang tukang batu / kayu penghasilan perjamnya 15 Euro dan apabila harus bekerja 8 jam seharinya nilai itu sama. Wauoh…….saya benar terkesima mendengar paparan Beliau ini, bagaimana mungkin sampai memikirkan hal itu dan memberikan perbandingannya.
Akhirnya saya kembali bekerja kekomunitas saya, saya perlihatkan gambar-gambar ini bisakah mereka dapatkan Rp 1,8 Juta untuk sebulan …? Mereka bekerja tanpa pamrih, tidak banyak menuntut, mengabdi dan nerimo.

Surabaya, 10 November 1945

Surabaya, 10 November 2008,

Tulisan ini pernah saya publikasikan melalui e-mail satu tahun yang lalu, saya cuplik dari berbagai sumber dan saya rangkum sesingkat mungkin untuk dibaca, dipahami dan dikenang. Yang perlu disuri tauladani dari peristiwa ini adalah semangatnya, bagaimana para pemuda dari segala lapisan / golongan / elemen masyarakat yang pada waktu itu di Kota Surabaya bersatu dan bahu membahu mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Setelah saya dan keluarga berkunjung ke Museum di Tugu Pahlawan Surabaya saya pastikan sendiri bagaimana suara orasi Bung Tomo merasuk sanubari dan bisa mempengaruhi semangat perjuangan arek-arek Suroboyo
“Menjadi catatan sejarah perang dunia bahwasanya seorang Jenderal tewas dalam pertempuran hanyalah terjadi di Kota Surabaya”

Tanggal 10 November merupakan salah satu dari hari bersejarah yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak lebih dari setengah abad yang lalu, tanggal 10 November telah dinyatakan oleh bangsa kita sebagai Hari Pahlawan. Peringatan Hari Pahlawan merupakan momen penting bagi seluruh bangsa, bukan saja untuk mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang demi memperjuangkan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tetapi juga merupakan momen yang sangat tepat untuk memupuk rasa kesadaran bangsa (Nasionalisme).

Secara historis, Hari Pahlawan juga dikenal dengan Peristiwa 10 November 1945. Karena pada saat itu terjadi perlawanan arek-arek Suroboyo terhadap tentara pendudukan Inggris yang diboncengi Belanda (NICA), peristiwa ketika kesabaran bangsa Indonesia berubah menjadi keberanian yang sangat luar biasa. Hanya dengan senjata seadanya (bambu runcing), laskar-laskar rakyat berhasil mengobarkan semangat “Merdeka atau Mati”.

Peristiwa 10 November ditandai dengan penurunan bendera Merah-Putih-Biru dan matinya Jenderal Malaby. Tidak digubrisnya ultimatum Sekutu untuk menyerahkan senjata, akhirnya pecahlah perang di jantung kota Surabaya, utamanya di sekitar Jembatan Merah. Lagu “Jembatan Merah” menjadi kenangan dan legenda perjuangan

Sekutu yang telah menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang akhirnya turun juga ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang. 15 September sekutu yang diwakili oleh Inggris mendarat di Jakarta dan 25 Oktober di Surabaya dengan 6.000 serdadu dari Divisi ke-23 dengan pimpinan Brigadir Jenderal Mallaby. Namun pendaratan sekutu ini didomplengi kepentingan Belanda secara rahasia melalui NICA untuk kembali menguasai Indonesia meskipun sudah memerdekakan dirinya.

Rakyat Indonesia marah mendengar konspirasi tersebut sehingga perlawanan terhadap Inggris dan NICA tetap dilanjutkan. Akhirnya tanggal 19 September, dengan nekad dua pemuda naik ke atas gedung dan menyobek bagian bawah bendera yang berwarna biru di Hotel Yamato (Hotel Mandarin Oriental Jl Tunjungan, dan pimpinan tentara sekutu menjadi korban, yaitu Van Pourch dan penyerbuan Markas Kempetai (Polisi Militer Jepang) pada tanggal 1 Oktober 1945. Markas Kempetai adalah tempat yang paling ditakuti oleh Arek Suroboyo, karena merupakan tempat penyiksaan bagi rakyat pribumi yang menentang Jepang. Tapi setelah Arek Suroboyo berhasil melucuti senjata Jepang, mereka berani melakukan penyerangan dengan dipimpin oleh Ketua BKR, Karesidenan abdul Wahab

Pada puncaknya adalah insiden Jembatan Merah tanggal 30 Oktober 1945 dengan terbunuhnya pimpinan sekutu wilayah Jawa Timur Brigadir Jenderal Mallaby. Pemakaman Jenderal Malaby di Krembangan (Jl Jakarta)

Inggris dan NICA melalui Mayor Jenderal Mansergh yang menggantikan Mallaby mengultimatum rakyat Indonesia untuk menyerah sampai batas akhir tanggal 10 November pagi hari. Namun di batas ultimatum tersebut rakyat Surabaya menjawabnya dengan meningkatkan perlawanan secara besar-besaran, salah satu pimpinan perlawanan tersebut adalah Sutomo, dikenal sebagai Bung Tomo (secara resmi 10 November 2008 sudah dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional ).

Perang tersebut melibatkan pasukan sekutu dengan 30.000 serdadu (26.000 didatangkan dari Divisi ke-5 dengan dilengkapi 24 tank Sherman) dan 50 pesawat tempur dan beberapa kapal perang. Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban ( dicatat korban dari tentara dan arek-arek Suroboyo berjumlah 16.000 jiwa sedangkan dari tentara sekutu berjumlah 2000 jiwa). Inggris menduga 3 hari Surabaya bisa ditaklukan namun kenyataannya memakan satu bulan sampai akhirnya Surabaya kembali jatuh ke tangan sekutu dan NICA

Bung Tomo (pejuang Surabaya yang menjadi tokoh peristiwa itu) menggunakan jargon-jargon dengan pekik takbirnya di RRI, para pemuda bergerak semua untuk berjihad melawan tentara sekutu yang begitu kuat sampai Jenderal Malaby tewas dalam pertempuran itu.

suasana rakyat dari berbagai elemen, seperti PMI, BKR, PETA, PRI, Pemuda Sakera dan dapur umum, profil pemuda yang sungkem pada ibunya untuk pamit berjuang saat mendengarkan pidato Bung Tomo setelah ultimatum sekutu dikeluarkan.

Perang ini menimbulkan perlawanan lain di semua kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung sampai dengan aksi membakar kota 24 Maret 1946 dan Mohammad Toha meledakkan gudang amunisi Belanda, Palagan Ambarawa, Medan, Brastagi, Bangka dll. Perlawanan ini terus berlanjut baik dengan senjata maupun dengan negosiasi para pimpinan negeri seperti perjanjian Linggajati di Kuningan, perjanjian di atas kapal Renville, perjanjian Roem-Royen sampai akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949.

Spirit & Etos Kerja

Pengantar :
Suatu ketika saya memang pernah bertanya dalam hati :

Kita ini dibayar untuk bekerja atau kita bekerja untuk dibayar …? Karena terus terang didalam keseharian dan pengamatan dilingkungan kerja apakah sudah ada dimiliki eton kerja ini ..?
Etos Kerja adalah seperangkat perilaku positif yang berakar pada kesadaran yang nyata, keyakinan yang mantap, dan komitmen yang teguh pada sehimpunan nilai-nilai, prinsip-prinsip, paradigma dan wawasan yang komprehensip. Jelaskah ….? Kenapa Etos penting.....? Studi Sosiologi dan manajemen telah menunjukkan bahwa pada tingkat fundamental, keberhasilan perusahaan / organisasi ditentukan oleh etos kerja warganya yang tampil dalam bentuk perilaku dan budaya kerja mereka yang khas. Mari kita tengok materi berikutnya.

Materi :1. Kenapa kita harus bekerja ? kita adalah homo faber, kita diciptakan untuk bekerja dan orang yang rajin bekerja insya Allah berumur panjang.
2. Dari sekumpulan etos kerja yang saya sampaikan dibawah ini, manakah etos kerja orang Indonesia...?, etos kerja orang Jepang...? dan etos kerja orang Jerman ...?
a. Bertindak rasional
b. Bersikap benar dan bertanggung jawab.
c. Bekerja keras.
d. Memandang kerja sebagai beban dan sebuah keterpaksaan.
e. Banyak tuntutan.
f. Menjaga martabat dan kehormatan.
g. Mengabdi dan loyal
h. Menabung dan berinvestasi
i. Murah hati dan mencintai
3. Etos kerja muncul darimana ....? ternyata etos kerja tidak secepat membalik telapak tangan, perlu waktu dan proses. Dimulai dari kesadaran seseorang menemukan arti dari pada hidup ini dan kenapa dia harus kerja, kemudian timbul motivasi untuk maju à lahir keyakinan, niat dan komitmen à terjadi perubahan sikap dan perilaku yang menuju ke etos tersebut.
4. Perubahan-perubahan menuju ke etos kerja tersebut bersumber darimana ...? bisa dari baca buku, lihat teman, dari khotbah, seminar, lihat film, dari saudara, karena musibah dan bisa dari merenung.
5. Ibarat rumah, ternyata etos kerja itu memiliki bangunan seperti : pondasi ( tulus dan penuh syukur ), pilar kiri ( Integritas & dedikasi ), pilar kanan ( panggilan sepenuh hati ), penahan atap ( potensi dan aktualisasi ) dan atap ( prima pariprna ).
6. Etos kerja yang telah dimiliki seseorang akan mambawa sukses dan bahagia. Apa itu sukses dan bahagia ....? Sukses adalah tercapainya segala keinginan, cita-cita, dan kemauan dari seseorang. Lantas bahagiakah ...? Bahagia adalah apabila apa yang dicapai dari sukses tersebut dinikmati dan bisa dirasakan atau dimanfaatkan.
6. Golden Rule, apa itu ...?
a. Lakukan pada orang lain apa yang ingin orang lain lakukan ( yang baik-baik ) padamu.
b. Jangan lakukan pada orang lain ( yang buruk-buruk ) apa yang kamu tak ingin orang lain lakukan padamu.
d. Lakukan pada orang lain ( yang baik-baik ) apa yang mereka ingin kamu lakukan meskipun mereka tidak melakukan apa yang kamu inginkan.
e. Jangan lakukan pada orang lain ( yang buruk-buruk ) apa yang mereka tak ingin kamu lakukan meskipun mereka melakukan apa yang tidak kamu inginkan padamu.
7. Didalam lingkungan kerja dengan kondisi yang ada dan kekurangannya hanya ada 2 pilihan : mencintai pekerjaan atau mengeluh setiap hari ( bisa sakit stress dan sakit-sakit yang lain )
8. Kerja ( jabatan, pelanggan, anak buah, asset-perkakas, dan fasilitas kerja ) itu amanah jadi jangan disalah gunakan karena urusannya dengan Tuhan Yang Maha Esa.
9. Pekerjaan dan teampat kerja merupakah saranah ibadah, jadi yakinkan diri ini selalu berhadapan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
10. Jadikanlah pekerjaan anda sebagai panggilan profesi ( bukan keterpaksaan ) agar dapat melaksanakan dengan sepenuh hati.
11. FEAR ( False Evidence Appearing Real ) adalah tanda-tanda palsu yang nampak nyata dan menghambat potensi aktualisasi kita ditempat kerja. Apa itu :
a. Perasaan takut / kuatir
b. Stigma Killer
c. Banyak Alasan
d. Percaya mitos-mitos.
12. Rasa takut didalam etos kerja ternyata mampu menguras 50% kemampuan kita, tetapi bila kita mampu mengatasi rasa takut tersebut kemampuan kita akan berlipat ganda menjadi 150%.
13. Stigma Killer yang selalu kita terima dalam keseharian ditempat kerja seperti : pasti gagal, rasanya sulit, kayaknya tidak mungkin dll akan bisa kita hindari dengan cara menjaui orang-orang atau kelompok orang atau komunitas yang membuat ambisi / semangat kerja menurun.
14. Mitos-mitos yang menghambat prestasi dalam bekerja :
a. Prestasi butuh pengorbanan.
b. Prestasi butuh pendidikan tinggi.
c. Prestasi butuh peluang / kesempatan.
d. Prestasi butuh koneksi.
15. Prinsip 101%, apa itu : ” Temukan satu hal yang anda percayai merupakan aset / potensi terbesar anda, dan kemudian berikan dorongan 100% untuk membangunnya ” ( John C.Maxwell ).
16. Menjadi manusia positif, apa itu ?
a. Memiliki pikiran positif
b. Perkataan dan berkata positif.
c. Melakukan reaksi dan kendali tubuh yang positif ( bisa menahan diri / kontrol diri )
d. Bergaul yang positif
e. Melakukan kebiasaan-kebiasaan yang positif.
17. Prinsip 10/90. Apa itu ..? 10% dari hal-hal yang terduga yang kita alami dan tidak menyenangkan adalah diluar kendali kita, 90%-nya adalah tindakan didalam kendali / kontrol kita sebab itu lakukan reaksi positif.
18. Menjadi apa anda 5 tahun kedepan ditentukan oleh buku apa yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul.
19. Setiap orang memiliki sisi gelap ( kebiasaan dan sikap buruk ) dalam hidupnya. Jika tidak bisa dihilangkan, kurangilah semaksimal mungkin kebiasaan buruk tersebut. Sikap dan kebiasaan positif mengarahkan kita pada jalan bebas hambatan.
20. Menjadi Maestro Kerja. Bagaimana kiat-kiatnya ...?
a. Jangan berhenti untuk mencari tahu dan keingin tahuan anda terhada segala sesuatu.
b. Jadilah yang beda dari umumnya dan yang memberi manfaat.
c. Berpikirlah tidak pada umumnya untuk mendapatkan terubusan-terobosan ( terarah dan target goal ).
d. Menjadi ekstrimis yang bermanfaat bagi semua orang.
e. Menembus batas dari keterbatasan.
21. Orang yang memelihara pekerjaannya dengan baik – pekerjaannya juga akan memelihara orang itu dengan baik.
22. Terimakasih.

Laskar Pelangi

Selama 3 x minggu saya dan keluarga berusaha untuk menonton film Laskar Pelangi disuatu bioskop cineplex21 di Surabaya. Pada minggu yang pertama saya dan keluarga ingin menonton ternyata semua ticket jam tayang sudah habis. Pada minggu yang kedua, sudah kehabisa ticket untuk jam tayang pertama dan kedua ( ada 5 kali jam tayang dalam sehari ), saya dan keluarga putuskan untuk tidak menonton, dan pada minggu yang ketiga saya dan keluarga berupaya untuk antri ticket lebih awal dan akhirnya dapat untuk jam tayang kedua, alhamdulillah......akhirnya kesampaian nonton juga.
Film Laskar Pelangi diluncurkan pertama kali pada tanggal 26 Sept 2008, hingga saat ini sudah lebih dari 3 Juta penonton. Diprediksi akan ditonton sekitar 5 – 6 juta manusia di Dunia, dan rugi besar kalau kita dan keluarga tidak merupakan salah satu dari mereka. Ada khabar bahwa film Laskar Pelangi akan ditonton bareng oleh calon guru seluruh Australia di Darwin bulan depan.
Laskar Pelangi difilmkan dari satu novel tetralogi karya penulis Andrea Hirata, di Sutradarai oleh Riri Riza. Film ini mengangkat semangat belajar sekumpulan anak-anak ( 10 anak ) asal Pulau Belitong, Desa Gantung, Kabupaten Gantung – Belitung Timur yang tak pernah padam meski dalam kondisi kekurangan. Keterbasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.
Kisah berakhir dengan kematian Ayah Lintang ( satu anak dari 10 ) yang memaksa Einstein cilik itu ( Lintang ) putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian dimana Ikal ( satu anak dari 10 ) yang berjuang diluar Pulau Belitong kembali kekampung halamannya.
Beberapa pesan dari film Laskar Pelangi yang membuat air mata ini mengalir :
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia ( Nusantara ) sangatlah kaya raya dengan hasil buminya, namun rakyatnya miskin sampai ndak bisa sekolah.
2. Sekolah / pendidikan sangatlah penting sebagai bekal kehidupam manusia.
3. Ilmu dari sekolah / pendidikan harus didampingi dengan budi pekerti yang luhur yang datangnya dari hati.
4. “Saya dilahirkan untuk menjadi seorang guru, bukan istri seorang Saudagar” kata Bu Muslimah.
5. Segala kejadian didalam hidup ini ( baik & buruk ) tidak ada yang kebetulan karena semuanya itu sudah dalam kehendakNYA ( ingat rukun iman yang ke-6 ! ).

- - - - -oOo- - - - -