Minggu, 03 Mei 2015

BEY Farm budidaya unggas ( bebek & entog )

BEY Farm dirintis / dibangun sejak tahun 2013. Pada awalnya fokus hanya membudidayakan mentok dengan maksud untuk mengenalkan desa Kintelan sebagai sentra ternak khusus unggas mentok sebagaimana dikenal Dusun Modopuro MojosariMojokerto terkenal sebagai sentra unggas bebek.
Didalam perkembangannya berternak mentok perkembangan produksinya tidak secepat kalau berternak bebek. Disamping itu kebutuhan daging bebek di masyarakat lebih sangat mendesak dan jumlah yang besar.
Masyakat yang menkonsumsi daging bebek baik yang ada direstoran, rumah makan dan warung-warung mengharapkan pasokan daging bebek terpenuhi dengan cukup dan harga yang stabil. Sebab itu tidak bisa dihindari BEY farm akhirnya juga  menggabungkan usaha ternaknya tidak hanya mentok tetapi juga bebek untuk dibudidayakan.
Ilmu berternak unggas khususnya bebak dan mentok telah dikuasai betul oleh pengurus dan personil BEY Farm. Insya Allah diyakini BEY Farm akan tumbuh dengan pesat dimasa yang akan datang. Pertumbuhan hasil budidaya BEY Farm telah nampak dengan produksi dalam bentuk jual daging bebek dan daging mentok.

Untuk menjamin kelangsungan ternak yang ada di BEY Farm, saat ini telah diciptakan alat penetas telor bebek dan telor mentok yang berbasis microprocessor. Alat penetas ini akan sangat penting didalam siklus produksi dan kestabilan jumlah produksi yang diharapkan. Dengan adanya alat penetas telor ini maka lengkaplah sudah penguasaan ilmu dan pengetahuan tentang berbudidaya unggas khususnya bebek dan mentok. Insya Allah budidaya unggas ini telah  dikuasai betul oleh BEY Farm mulai dari hulu hingga hilir.

Kapasitas produksi BEY Farm :
Saat ini BEY Farm telah mampu menyediakan stock daging bebek ukuran 0,7 Kg atau lebih sebanyak 50 ekor per minggu. Untuk menghasilkan daging bebek seberat 0,7 Kg lebih, bebek dipanen setiap umur 40 hari.
BEY Farm juga memiliki partner didalam komunitas peternak bebek untuk saling mensupport kebutuhan pasar, sehingga pasokan daging bebek untuk konsumen selalu dapat terpenuhi.  

Harga jual hasil budidaya yang ditawarkan oleh BEY Farm :
1.  Daging bebek dengan berat 0,7 Kg atau lebih ( potong 4 ) dijual dengan harga Rp.30.000 / ekor tanpa ceker dan jeroan ).
2.  Daging mentok dengan berat 0,9 Kg atau lebih ( potong 6 ) dijual dengan harga Rp.40.000/ekor  tanpa ceker dan jeroan ).
3.  Daging bebek atau daging mentok dengan berat 1 Kg atau lebih ( potong 8 atau lebih ) dijual dengan harga  Rp.40.000 / Kg.
4   Bebek dan mentok hidup dijual dengan harga Rp.38.000 / Kg.
5.  Harga bisa setiap saat berubah, agar dilakukan kesepakatan terlebih dahulu ( kesepakatan 
     didepan ).

Deversifikasi usaha BEY Farm :
Disamping menjual sebagaimana disebut diatas, BEY Farm juga bisa melayani masyarakat dalam bentuk permintaan untuk menyediakan daging bebek / daging mentok yang sudah masak ( sudah dibumbuhi ) dan disediakan juga sambal oseng dan sambal trasi sehingga konsumen dalam bentuk rumah tangga bisa membeli sebagai lauk untuk tinggal digoreng saja.
Juga bisa melayani pesanan-pesanan dalam bentuk nasi kotak dengan lauk daging bebek / daging mentok atau daging ayam kampung. Juga bisa menyediakan menu-menu lain menggunakan daging bebek / mentok atau ayam kampung berupa : masakan kare, masakan sambal hijau, masakan bumbu kecap dan lain-lain sesuai pesanan.

HARTAMU DAN ANAK-ANAKMU ITU HANYALAH SEBAGAI COBAAN

“Hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan”
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٧﴾
وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ ﴿٢٨﴾
Didalam Al-Qur’an pada surat Al-Anfaal ayat 27 – 28 disebutkan : “ Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul ( Muhammad ) dan ( juga ) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah-lah pahala yang besar “.

Coba kita cermati ayat Al-Qur’an ini,  apa sebenarnya yang terkandung didalamnya.  Seorang yang beriman, siapa itu orang yang beriman ? Kalau orang sudah beriman ( mengenal Allah dan mengakui Rasulnya ) pasti dia seorang muslim. Bagaimana sorang muslim dan yang sudah beriman bersikap setiap kali disebut didalam Al-Qur’an ?
Ketika seorang muslim disentuh keimanannya, adakah kesadaran dan rasa eling ( ingat ) saat disebut nama Allah dan Rasulnya ( Muhammad ) ? kenapa harus mengkianati Allah ? apa yang diakianatinya ? adakah kesadaranya bahwa seorang muslim tersebut dikatakan mengkianati Allah dan Rasul ( Muhammad ) ?
Coba kita memberi contoh sederhana seperti ini :
1.  Ketika seorang yang beriman ( muslim ) merasa sukses didalam menjalani hidupnya kemudian orang tersebut mengatakan “ini karena kepintaranku, ini juga karena usahaku dan ini juga karena kerja keras aku ?!”
2.  Ketika seorang yang beriman ( muslim ) mendapatkan karunia yang berlimpah dan rejeki yang lebih, kemudian orang tersebut mengatakan “Sejak kelahiran anakku ini semua telah berubah, anak telah membawa rejeki dan keberuntungan ?!”
Apakah seorang muslim yang beriman dan taat kepada Allah dan Rasulnya ( Muhammad ) mengetahui bahwa didalam hidup dan perjalanannya banyak sekali atauran-aturan Allah dan sunnah Rasul ( Muhammad ) mesti diikuti ? baik itu yang diperintahkan maupun larangan-larangnnya ? Apakah aturan yang diberikan oleh Allah dan rasulnya ( Muhammad ) bisa disebut amanah bagi seorang muslim yang beriman ? Kalau seorang muslim yang beriman tersebut mengakui perintah dan larangan dari Allah dan Rasulnya ( Muhammad ) bisa dan mau mengabaikan dengan penuh kesadaran ?

Allah SWT terus mengingatkan dan selalu mengingatkan kepada hambanya yang dicintai dan disayangi dengan “hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah-lah pahala yang besar”, Subhanallah . . ., ayat ini memberi kesadaran kepada kita bahwa semua ini hanya karena Allah dan Rasulnya ( Muhammad ). Maha suci Allah dengan semua firmannNYA.