BEY
Farm dirintis / dibangun sejak tahun
2013. Pada awalnya fokus hanya membudidayakan mentok dengan maksud untuk mengenalkan desa Kintelan sebagai sentra ternak khusus unggas mentok sebagaimana dikenal Dusun Modopuro – Mojosari – Mojokerto terkenal sebagai sentra unggas bebek.
Didalam perkembangannya berternak mentok perkembangan produksinya tidak secepat kalau berternak bebek. Disamping itu kebutuhan daging bebek di masyarakat lebih sangat mendesak dan jumlah yang
besar.
Masyakat yang
menkonsumsi daging bebek baik yang
ada direstoran, rumah makan dan warung-warung mengharapkan pasokan daging bebek terpenuhi dengan cukup dan harga yang
stabil. Sebab itu tidak bisa dihindari BEY
farm akhirnya juga menggabungkan usaha ternaknya tidak hanya mentok tetapi juga bebek untuk dibudidayakan.
Ilmu berternak unggas khususnya bebak dan mentok telah dikuasai betul oleh pengurus dan personil BEY
Farm. Insya
Allah diyakini BEY
Farm akan tumbuh dengan pesat dimasa yang
akan datang. Pertumbuhan hasil budidaya BEY
Farm telah nampak dengan produksi dalam bentuk jual daging bebek dan daging mentok.
Untuk menjamin kelangsungan ternak yang
ada di
BEY Farm, saat ini telah diciptakan alat penetas telor bebek dan telor mentok yang
berbasis
microprocessor. Alat penetas ini akan sangat penting didalam siklus produksi dan kestabilan jumlah produksi yang
diharapkan. Dengan adanya alat penetas telor ini maka lengkaplah sudah penguasaan ilmu dan pengetahuan tentang berbudidaya unggas khususnya bebek dan mentok. Insya
Allah budidaya unggas ini telah dikuasai betul oleh BEY Farm mulai dari hulu hingga hilir.
Kapasitas produksi BEY Farm :
Saat ini BEY
Farm telah mampu menyediakan
stock daging bebek ukuran 0,7
Kg atau lebih sebanyak 50
ekor
per minggu. Untuk menghasilkan daging bebek seberat 0,7
Kg lebih, bebek dipanen setiap umur 40 hari.
BEY
Farm juga memiliki
partner didalam komunitas peternak bebek untuk saling mensupport kebutuhan pasar, sehingga pasokan daging bebek untuk konsumen selalu dapat terpenuhi.
Harga jual hasil budidaya yang ditawarkan oleh BEY Farm :
1. Daging
bebek
dengan berat 0,7
Kg atau lebih ( potong 4 ) dijual dengan harga
Rp.30.000 / ekor ( tanpa ceker dan jeroan ).
2. Daging
mentok
dengan berat 0,9
Kg atau lebih ( potong 6 ) dijual dengan harga
Rp.40.000/ekor ( tanpa ceker dan jeroan ).
3. Daging
bebek
atau
daging
mentok
dengan berat 1 Kg
atau lebih ( potong 8 atau lebih ) dijual dengan harga Rp.40.000 / Kg.
4 Bebek
dan
mentok
hidup
dijual dengan harga
Rp.38.000 / Kg.
5. Harga bisa setiap saat berubah, agar dilakukan kesepakatan terlebih dahulu ( kesepakatan
didepan ).
Deversifikasi usaha BEY Farm :
Disamping menjual sebagaimana disebut diatas, BEY
Farm juga bisa melayani masyarakat dalam bentuk permintaan untuk menyediakan daging
bebek
/ daging
mentok
yang sudah
masak
( sudah
dibumbuhi ) dan disediakan juga sambal
oseng
dan
sambal
trasi
sehingga konsumen dalam bentuk rumah tangga bisa membeli sebagai lauk untuk tinggal digoreng saja.
Juga bisa melayani pesanan-pesanan dalam bentuk nasi
kotak
dengan lauk daging bebek / daging mentok atau daging ayam kampung. Juga bisa menyediakan
menu-menu lain menggunakan daging bebek / mentok atau ayam kampung berupa : masakan
kare,
masakan
sambal
hijau,
masakan
bumbu
kecap dan
lain-lain sesuai pesanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar