RIBA, tahukah anda tentang riba ? Riba adalah simpan pinjam uang yang menambahkan sejumlah uang ( berapapun nilainya ) saat pengembalian kepada pemiliknya ( pengelolanya ) dan hukumnya haram.
Uang haram tidak layak digunakan untuk menafkahi keluarga.
Bagaimana dengan Perbankan, BPR dan Koperasi Simpan-pinjam ? selama masih ada bunga didalam pengembalian uangnya yah tetap dinamakan riba. Solusinya bagaimana ? sebaiknya memberi peniaman kepada anggota tanpa disertai bunga. Para Debitur dapat memberikan infaq dengan sukarela dan seiklasnya ( tanpa paksaan (. Atau melakukan pembiayaan dengan laba yang sudah dihitung dan kemudian
Bambang_EY
Allah Maha Besar, mengenal Allah beserta sifat-sifatnya yakin dan pasti selamat.
Kamis, 27 Oktober 2016
PINTU SURGA, pernah dengar Pintu Surga ? Pintu Surga adalah jalan dimana kita bisa meretas menuju Surga dengan prestasi dan prestise. Seperti apa itu ? contohnya adalah : berbakti kepada kedua orang tua. Mendidik anak-anak agar menjadi anak-anak yang soleh dan solekha, bekerja dengan sungguh0sungguh, tekun, jujur dan hsil yang halal untuk memberi nafkah keluarga, membela negara dan agama dan mati sebagai suhada. dan masih banyak lagi. Sulitkah ?
ADIL - Adil itu seperti apa ? Seorang Ibu berujar kepada anak-anaknya, bahwa Dia sudah bertindak adil. Bisa jadi yang dikatakan Ibu tersebut benar, karena memang rasa keadilan itu tidak selalu memneri kenyamanan pada masing-masing pihak yang bersengketa atau yang berseteru, karena rasa keadilan itu masih menyisakan saki tpada pihak tertentu.
Difinisi "ADIL" didalam bahasa indonesia adalah menempatkan segala sesuatu secara proposional.
Rabu, 01 Juni 2016
BEKERJASAMA
Bekerjasama : berasal
dari 2 suku kata, yaitu bekerja dan bersama. Bekerja berarti suatu kegiatan atau usaha untuk menghasilkan sesuatu (karya, kepuasan atau uang). Sedangkan bersama adalah lebih dari satu yang seirama, sejalan, satu tujuan
dan team.
Bekerja sama bisa dalam
bentuk team, merger atau kongsi badan usaha.
Bekerja sama dalam
arti yang hakiki adalah : menjalankan sunahtullah dan menjalin silahturahmi
antar manusia untuk mendapatkan manfaat bersama juga ridho dan berkah Allah SWT.
Hubungan dengan Allah adalah sunahtullah-Nya dan hubungan dengan manusia adalah
silahturahminya.
Hakekatnya /
sejatinya / yang hakiki : didunia ini hanya ada 2 hukum, yaitu Sunatullah
& Hukum sebab – akibat. Sunatullah adalah : Hukum yang berlaku
dan harus jalan ( terjadi ) karena sudah dikehendaki Allah ( dalam aturan dan
ketentuan Allah ), misalnya : kita harus belajar, kita harus bergerak, kita
harus bekerja, apabila 1 Oksigen ketemu dengan 2 Hidrogen akan menjadi air,
matahari bergerak dari timur ke barat, bulan mengelilingi bumi dan bersama-sama
bumi mengelilingi matahari, dll.
Hukum sebab akibat adalah : Hukum terjadinya sesuatu ( berlaku terhadap sesuatu
) karena adanya suatu sebab, misalnya : sehat – sakit, kaya – miskin, senang –
susah, karakter, watak, tabiat, dll.
Karakter manusia
terbentuk karena sebab seseorang tersebut melakukan pekerjaan berulang-ulang,
rutin setiap hari, sejalan dengan keputusan-keputusan yang diambilnya dan
mainded.
Kenapa / untuk apa harus bekerja sama ?.
Bekerja sama harus
dilakukan karena :
1. Dibentuk untuk menjadi satu team ( karena
kebutuhan investigasi, instansi / kooperasi dan konsolidasi ).
2. Memeiliki core bisnis yang sama sehingga
perlu merger, bersatu atau bersama-sama untuk pencapaian yang lebih besar.
3. Perlu menghimpun dana sehingga 2 orang atau
lebih dapat mengumpulkan dananya dan membangun kebersamaan.
4. Memiliki visi, misi dan tujuan yang sama
sehingga bersamanya 2 orang atau lebih akan menyatukan mereka.
Dasar & landasan
bekerja sama untuk mencapai sukses / tujuan :
1. Trust,
yaitu saling percaya. Bahwa kedua pihak harus saling percaya, saling asih dan
tidak menyakiti satu dengan yang lain dan tidak berkianat.
2. Amanah,
yaitu menjaga kepercayaan yang diberikan oleh satu dengan yang lain. Menepati
janjinya dan tidak membohongi.
3. Terbuka,
yaitu segala sesuatunya harus dibicarakan bersama, diputuskan bersama dan
dilaksanakan bersama-sama. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi atau
disembunyikan.
4. Senasib
– sepenanggungan. Apapun yang terjadi harus ditanggung bersama baik itu
susah ( rugi ) atau senang ( untung ).
Skema kerja
sama :
1. Modal disetor harus sama ( 50% : 50% ).
2. Modal disetor setelah dihitung dengan detail
atas pengeluaran dan pemasukan.
3. Harus dibuat dahulu perikatan secara
bersama-sama dengan pasal-pasal yang relevan.
4. Perikatan ( PKS ) ditandatangani bersama dan
bisa juga disaksikan oleh Notaris.
- - - - -oOo- - - - -
Label:
bekerja,
bekerja sama,
bekerjasama,
bersama,
hakekatnya,
hakiki,
sejatinya,
silahturahmi,
sunatullah
Minggu, 03 Mei 2015
BEY Farm budidaya unggas ( bebek & entog )
BEY
Farm dirintis / dibangun sejak tahun
2013. Pada awalnya fokus hanya membudidayakan mentok dengan maksud untuk mengenalkan desa Kintelan sebagai sentra ternak khusus unggas mentok sebagaimana dikenal Dusun Modopuro – Mojosari – Mojokerto terkenal sebagai sentra unggas bebek.
Didalam perkembangannya berternak mentok perkembangan produksinya tidak secepat kalau berternak bebek. Disamping itu kebutuhan daging bebek di masyarakat lebih sangat mendesak dan jumlah yang
besar.
Masyakat yang
menkonsumsi daging bebek baik yang
ada direstoran, rumah makan dan warung-warung mengharapkan pasokan daging bebek terpenuhi dengan cukup dan harga yang
stabil. Sebab itu tidak bisa dihindari BEY
farm akhirnya juga menggabungkan usaha ternaknya tidak hanya mentok tetapi juga bebek untuk dibudidayakan.
Ilmu berternak unggas khususnya bebak dan mentok telah dikuasai betul oleh pengurus dan personil BEY
Farm. Insya
Allah diyakini BEY
Farm akan tumbuh dengan pesat dimasa yang
akan datang. Pertumbuhan hasil budidaya BEY
Farm telah nampak dengan produksi dalam bentuk jual daging bebek dan daging mentok.
Untuk menjamin kelangsungan ternak yang
ada di
BEY Farm, saat ini telah diciptakan alat penetas telor bebek dan telor mentok yang
berbasis
microprocessor. Alat penetas ini akan sangat penting didalam siklus produksi dan kestabilan jumlah produksi yang
diharapkan. Dengan adanya alat penetas telor ini maka lengkaplah sudah penguasaan ilmu dan pengetahuan tentang berbudidaya unggas khususnya bebek dan mentok. Insya
Allah budidaya unggas ini telah dikuasai betul oleh BEY Farm mulai dari hulu hingga hilir.
Kapasitas produksi BEY Farm :
Saat ini BEY
Farm telah mampu menyediakan
stock daging bebek ukuran 0,7
Kg atau lebih sebanyak 50
ekor
per minggu. Untuk menghasilkan daging bebek seberat 0,7
Kg lebih, bebek dipanen setiap umur 40 hari.
BEY
Farm juga memiliki
partner didalam komunitas peternak bebek untuk saling mensupport kebutuhan pasar, sehingga pasokan daging bebek untuk konsumen selalu dapat terpenuhi.
Harga jual hasil budidaya yang ditawarkan oleh BEY Farm :
1. Daging
bebek
dengan berat 0,7
Kg atau lebih ( potong 4 ) dijual dengan harga
Rp.30.000 / ekor ( tanpa ceker dan jeroan ).
2. Daging
mentok
dengan berat 0,9
Kg atau lebih ( potong 6 ) dijual dengan harga
Rp.40.000/ekor ( tanpa ceker dan jeroan ).
3. Daging
bebek
atau
daging
mentok
dengan berat 1 Kg
atau lebih ( potong 8 atau lebih ) dijual dengan harga Rp.40.000 / Kg.
4 Bebek
dan
mentok
hidup
dijual dengan harga
Rp.38.000 / Kg.
5. Harga bisa setiap saat berubah, agar dilakukan kesepakatan terlebih dahulu ( kesepakatan
didepan ).
Deversifikasi usaha BEY Farm :
Disamping menjual sebagaimana disebut diatas, BEY
Farm juga bisa melayani masyarakat dalam bentuk permintaan untuk menyediakan daging
bebek
/ daging
mentok
yang sudah
masak
( sudah
dibumbuhi ) dan disediakan juga sambal
oseng
dan
sambal
trasi
sehingga konsumen dalam bentuk rumah tangga bisa membeli sebagai lauk untuk tinggal digoreng saja.
Juga bisa melayani pesanan-pesanan dalam bentuk nasi
kotak
dengan lauk daging bebek / daging mentok atau daging ayam kampung. Juga bisa menyediakan
menu-menu lain menggunakan daging bebek / mentok atau ayam kampung berupa : masakan
kare,
masakan
sambal
hijau,
masakan
bumbu
kecap dan
lain-lain sesuai pesanan.
HARTAMU DAN ANAK-ANAKMU ITU HANYALAH SEBAGAI COBAAN
“Hartamu dan anak-anakmu
itu hanyalah sebagai cobaan”
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ
أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٧﴾
وَاعْلَمُواْ
أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ
عَظِيمٌ ﴿٢٨﴾
Didalam Al-Qur’an
pada surat Al-Anfaal ayat 27 – 28 disebutkan : “ Hai orang-orang yang beriman
janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul ( Muhammad ) dan ( juga ) janganlah
kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu sedang kamu
mengetahui. Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai
cobaan dan sesungguhnya disisi Allah-lah pahala yang besar “.
Coba kita cermati
ayat Al-Qur’an ini, apa sebenarnya yang
terkandung didalamnya. Seorang yang
beriman, siapa itu orang yang beriman ? Kalau orang sudah beriman ( mengenal
Allah dan mengakui Rasulnya ) pasti dia seorang muslim. Bagaimana sorang muslim
dan yang sudah beriman bersikap setiap kali disebut didalam Al-Qur’an ?
Ketika seorang
muslim disentuh keimanannya, adakah kesadaran dan rasa eling ( ingat ) saat
disebut nama Allah dan Rasulnya ( Muhammad ) ? kenapa harus mengkianati Allah ?
apa yang diakianatinya ? adakah kesadaranya bahwa seorang muslim tersebut
dikatakan mengkianati Allah dan Rasul ( Muhammad ) ?
Coba kita memberi
contoh sederhana seperti ini :
1. Ketika seorang
yang beriman ( muslim ) merasa sukses didalam menjalani hidupnya kemudian orang
tersebut mengatakan “ini karena kepintaranku, ini juga karena usahaku dan ini
juga karena kerja keras aku ?!”
2. Ketika seorang
yang beriman ( muslim ) mendapatkan karunia yang berlimpah dan rejeki yang
lebih, kemudian orang tersebut mengatakan “Sejak kelahiran anakku ini semua
telah berubah, anak telah membawa rejeki dan keberuntungan ?!”
Apakah seorang muslim yang beriman dan taat kepada
Allah dan Rasulnya ( Muhammad ) mengetahui bahwa didalam hidup dan
perjalanannya banyak sekali atauran-aturan Allah dan sunnah Rasul ( Muhammad )
mesti diikuti ? baik itu yang diperintahkan maupun larangan-larangnnya ? Apakah
aturan yang diberikan oleh Allah dan rasulnya ( Muhammad ) bisa disebut amanah
bagi seorang muslim yang beriman ? Kalau seorang muslim yang beriman tersebut
mengakui perintah dan larangan dari Allah dan Rasulnya ( Muhammad ) bisa dan mau
mengabaikan dengan penuh kesadaran ?
Allah SWT terus mengingatkan dan selalu mengingatkan
kepada hambanya yang dicintai dan disayangi dengan “hartamu dan anak-anakmu
itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah-lah pahala yang besar”,
Subhanallah . . ., ayat ini memberi kesadaran kepada kita bahwa semua ini hanya
karena Allah dan Rasulnya ( Muhammad ). Maha suci Allah dengan semua firmannNYA.
Label:
Al-Anfaal,
Al-Quran,
anak-anakmu,
ayat 27-28,
cobaan
Senin, 25 Agustus 2014
Pengalaman rohani "Allah itu dekat"
Pengalaman
rohani "Allah itu dekat"
- Assalamu'alaikum Wr.Wb
- "Allah itu dekat"
- "Mintalah kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku perkenankan permintaanmu"( Al-Mu'min : 60 )
- "Dan bilamana hamba-hamba-Ku menanyakan kepadamu tentang Aku. Sesungguh-nya Aku dekat. Aku memperkenankan permohonan seseorang bila ia memohon kepada-Ku, karena itu hendaklah ia mentaati segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku. Semoga ia selalu dalam kebenaran" ( Al-Baqarah : 186 )
- Saya tinggal di rantau karena harus bekerja disuatu tempat yang memisahkan dengan keluarga, istri dan anak-anak. Dua minggu sekali saya pulang untuk berkumpul dengan keluarga memanfaatkan dua hari libur sabtu dan minggu. Perjalanan hanya berkisar 2 jam dari rumah ke kantor untuk pulang pergi ini, yah kalau dihitung dengan keterlambatan pesawat dan persiapan di Airport kira-kira membutuhkan waktu 4 jam sudah sampai di kantor ataupun sudah sampai dirumah.
- Aktivitas ini sudah saya jalani hampir 3 tahun, bukan satu aktivitas yang ringan. Semuanya tidak dapat saya elakkan. Bisa dikatakan
- saya mempunyai 2 tempat tinggal, yang satu rumah sendiri untuk berkumpul
- dengan keluarga dan yang satu adalah tempat tinggal sekedarnya alias kost. Tempat tinggal (kost) yang sederhana namun saya lengkapi dengan perabotan dan kebutuhan sehari-hari di rantau. Ada mesin cuci, ada dispenser ada almari pakaian, ada tempat tidur ada meja belajar dan satu kendaraan sepeda motor untuk kebutuhan transportasi apabila saya harus keluar mencari makan atau belanja.
- Perabotan yang ada ditempat kost dilengkapi dengan kunci dan kadang saya berpikir perlunya kunci-kunci tersebut saya satukan pada satu tempat (almari) dan kemudian almari tersebut saya kunci sehingga saya cukup membawa hanya satu kunci (almari) saja. Demikian kejadiannya ketika tiba liburan panjang saya lakukan hal ini dengan mengumpulkan semua kunci ( termasuk kunci sepeda motor ) dan saya letakkan di almari. Juga barang-barang yang lain yang ada diruangan kost yang sekiranya tidak nanpak rapi saya kumpulkan dan saya tempatkan kedalam almari, dan sekali kunci cukup ringkas ruangan bersih dan semua tersimpan didalam satu almari.
- Sepulang dari liburan panjang saya langsung masuk kerja dan lansung menuju kantor. Say hello dengan rekans kerja dan langsung membuka agenda, on line komputer dan beraktivitas. Saya lalui dengan cepat hari pertama kerja setelah libur panjang ini, dan sampailah saya ditempat kost. Semuanya masih nampak rapi sebagaimana ketika saya tinggalkan sebelum libur. Saya amati semua perabotan masih terkunci.
- Saya mulai ingin membuka almari untuk mengeluarkan isinya, saya coba cari kuncinya..."yah Allah...!" saya ketinggalan kunci di rumah. Yang saya ingat adalah waktu itu saya membawa tas dan saat ini tas tersebut tidak saya bawa kembali. Dalam pikiran saya kalau toh harus merusak pintu alamari terpaksa saya harus lakukan walaupun nampaknya saya akan kecewa dan menyesal karena almari ini mempunyai riwayat ketika
- saya beli dan hampir tiga tahun ini masih bagus dan terawat.
- Tibalah saatnya magrib, adzan berkumandang dilingkungan tempat kost saya. Saya mengambil wudlu dan bersiap sholat. Tiba-tiba saya tidak dapat melakukannya, karena sarung, kopyah (songkok) dan sajadah serta baju koko yang biasa saya pergunakan untuk sholat termasuk yang saya simpan di almari. "Yah....Allah, dalam hati saya berujar...untuk sholat pun saya ndak bisa ?!" ."Yah ...Allah, saya telah berniat sholat, Engkau mengetahui tentang ini, hanya Engkaulah yang dapat menolongku", maka segera saya cari kembali kunci almari siapa tahu tiba-tiba Allah menunjukkan tempatnya. Ternyata nihil kunci almari tidak juga saya temukan.
- Pada waktu saya mencari-cari kunci almari saat ini saya sedang pegang dua kunci yang lain yaitu : kunci kamar kost dan kunci locker kantor. Saya amat-amati yang hampir mirip dengan kunci almari kost adalah kunci locker. Saya ragu untuk mencobanya di almari, karena memang secara logika sudah tidak masuk akal dan tidak sama, tapi dalam hati saya berkata "Yah...Allah, saya ingin mencoba dan melakukannya".
- Tiba-tiba almari terbuka, dan bukan main kaget dan terharan-heran. Dalam hati saya berkata "Yah....Allah, ini pasti Engkau", maka segera saja saya keluarkan kunci-kunci yang lain yang ada di almari dan saya yakin berarti kunci locker bisa digunakan juga untuk kunci almari, maka almari saya kunci kembali.
- Ketika saya ingin malanjutkan untuk sholat, wah ...saya lupa mengeluarkan sarung, kopyah (songkok), sajadah dan baju koko dari almari. Saya keluarkan kembali kunci locker yang sudah saya masukkan kedalam saku celana dan ternyata almari tidak mau dibuka. Aneh....tadi bisa terbuka kenapa kini tidak mau.....?. Dalam hati saya berkata "Yah....Allah, hanya sekali ini saja, saya khilaf ...saya ingin sholat", sambil saya coba kembali dengan kesabaran dan penuh rasa bersalah...tiba....tiba "Alhamdulillah.......almari terbuka kembali...!"
- Segera saya keluarkan sarung, kopyah (songkok) sajadah dan saya kenakan baju koko untuk sholat magrib. Sehabis sholat saya berdoa minta ampun kepadaNYA, air mata saya menitik, ada apa hari ini...? pelajaran apa yang sedang Allah berikan padaku..? dalam hati saya berkata " Engkau memang dekat, Engkau maha mengetahui..( apa yang ada dihati ), Engkau maha pengasih dan penyayang..., dan hanya Engkau-lah yang bisa menolong"
- Akhirnya almari tidak lagi saya kunci, saya khawatir dan takut kepada NYA, dan saya berjanji dalam hati tidak akan pernah mencoba-coba kembali dengan kunci locker. Cukup sudah ini menjadi pengalaman spriritual saya dan akan saya kenang sepanjang hayat. Insya Allah kunci almari akan saya temukan pada saat saya pulang nanti.
-
Langganan:
Postingan (Atom)
