Minggu, 21 Juni 2009

Laskar Pelangi

Selama 3 x minggu saya dan keluarga berusaha untuk menonton film Laskar Pelangi disuatu bioskop cineplex21 di Surabaya. Pada minggu yang pertama saya dan keluarga ingin menonton ternyata semua ticket jam tayang sudah habis. Pada minggu yang kedua, sudah kehabisa ticket untuk jam tayang pertama dan kedua ( ada 5 kali jam tayang dalam sehari ), saya dan keluarga putuskan untuk tidak menonton, dan pada minggu yang ketiga saya dan keluarga berupaya untuk antri ticket lebih awal dan akhirnya dapat untuk jam tayang kedua, alhamdulillah......akhirnya kesampaian nonton juga.
Film Laskar Pelangi diluncurkan pertama kali pada tanggal 26 Sept 2008, hingga saat ini sudah lebih dari 3 Juta penonton. Diprediksi akan ditonton sekitar 5 – 6 juta manusia di Dunia, dan rugi besar kalau kita dan keluarga tidak merupakan salah satu dari mereka. Ada khabar bahwa film Laskar Pelangi akan ditonton bareng oleh calon guru seluruh Australia di Darwin bulan depan.
Laskar Pelangi difilmkan dari satu novel tetralogi karya penulis Andrea Hirata, di Sutradarai oleh Riri Riza. Film ini mengangkat semangat belajar sekumpulan anak-anak ( 10 anak ) asal Pulau Belitong, Desa Gantung, Kabupaten Gantung – Belitung Timur yang tak pernah padam meski dalam kondisi kekurangan. Keterbasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik.
Kisah berakhir dengan kematian Ayah Lintang ( satu anak dari 10 ) yang memaksa Einstein cilik itu ( Lintang ) putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian dimana Ikal ( satu anak dari 10 ) yang berjuang diluar Pulau Belitong kembali kekampung halamannya.
Beberapa pesan dari film Laskar Pelangi yang membuat air mata ini mengalir :
1. Negara Kesatuan Republik Indonesia ( Nusantara ) sangatlah kaya raya dengan hasil buminya, namun rakyatnya miskin sampai ndak bisa sekolah.
2. Sekolah / pendidikan sangatlah penting sebagai bekal kehidupam manusia.
3. Ilmu dari sekolah / pendidikan harus didampingi dengan budi pekerti yang luhur yang datangnya dari hati.
4. “Saya dilahirkan untuk menjadi seorang guru, bukan istri seorang Saudagar” kata Bu Muslimah.
5. Segala kejadian didalam hidup ini ( baik & buruk ) tidak ada yang kebetulan karena semuanya itu sudah dalam kehendakNYA ( ingat rukun iman yang ke-6 ! ).

- - - - -oOo- - - - -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar